Banyak hal yang mungkin terjadi dalam hubungan diantara manusia. Semua akan diperlihatkan dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Allah menjadikan manusia ini dalam berbagai watak agar menjadi pedoman dan pelajaran bagi manusia-manusia lainnya. Kelebihan dan kekurangan manusia itu selalu ada dan antara satu orang dengan orang lain selalu terjadi hal yang menimbulkan dugaan-dugaan.
Dalam Al-Quran dijelaskan:
“Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula) seperti kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.” (QS An-Nisa’:104).
Ketika seseorang tidak bersepakat dengan yang lainnya maka pada saatnya akan menimbulkan masalah. Salah satunya tidak mampu menerima dan itu memberi kesempatan kepada syaithan untuk mengotori hati manusia dan membawanya kearah pendustaan kepada kebesaran Allah swt. Antara satu orang dengan orang lain tidak semua isi hati dapat diketahui. Apakah itu disebut munafik ataupun menyembunyikan sesuatu yang harus dirahasiakan. Niat dalam hatinya yang terkadang menimbulkan keraguan.
Adakah kita merasakan sesuatu yang kita sukai kepada seseorang maka itulah pertanda ada hal yang sepakat pada dirinya. Sebaliknya apabila ada sesuatu yang tidak kita sukai maka itulah suatu pertentangan antara seorang dengan orang lain. Dapat pula kita mengetahui diri kita sebagai suatu cermin dari bayangan orang lain yang kita hadapi. Apabila kita melihat seseorang dengan rasa kagum maka sebenarnya orang yang kita kagumi itulah yang sedang mengagumi kita. Apapun perasaan kita kepada orang lain itu pulalah perasaan orang itu terhadap kita. Maka oleh karena hal yang demikian, marilah kita menjaga hati kita terhadap orang lain sehingga apapun yang menimbulkan kerusakan pada hati kita akan terlindungi. Pada hakikatnya Allah swt lah yang merencanakan sesuatu dalam pikiran kita, yang diakibatkan oleh teman, kelelahan, makanan dan sebagainya. Dari penyebab-penyebab itulah Allah swt mengatur kehidupan manusia supaya mereka selalu berpikir supaya menemukan jalan yang terbaik untuk dirinya dan segenap keluarganya.
Wallahu a'lamu bishshawaab.
Makanlah makananmu bersama-sama dengan orang-orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulama dengan cara meminta nasihat dari mereka.
Rabu, 19 Mei 2010
Sabtu, 24 April 2010
AKAN DIPERLIHATKAN
Hidup di dunia penuh rahasia. Manusia di dunia ini hanya tahu sedikit dari pada yang dapat dilihatnya, didengar, dan dirasakan, tetapi sebenarnya masih terlalu banyak yang harus diketahui sehingga menjadi manusia yang beruntung. Dalam sebuah nasihat disebutkan bahwa orang yang hari demi hari tidak bertambah ilmu pengetahuannya maka baginya lebih baik mati dari pada hidup. Sangatlah beruntung bagi mereka yang secara terus menerus menuntut ilmu dan memiliki rasa ingin tahu yang semakin lama semakin besar sehingga tiada waktu untuk berputus asa atas kegagalan dari keinginannya. Bahwasanya setiap yang diperlihatkan oleh Allah swt kepada dirinya baik secara nyata ataupun bisikan dalam hati nuraninya itulah serangkaian ilmu yang harus dicermati. Peringatan dan nasihat yang datang dalam pikiran itulah yang menjadi bekal untuk melangkah ke arah tujuan hidup yang lebih baik.
Pekerjaan atau perbuatan manusia diatas dunia ini semua akan diperlihatkan kembali ketika hari dikumpulkan seluruh umat manusia yaitu di padang mahsyar. Firman Allah swt dalam Al-Quran:
Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka pekerjaan mereka , ... (Az Zalzalah:6)
Seluruh pekerjaan manusia akan dipertunjukkan kepada dirinya sendiri dihari setelah dibangkitkan dari tidurnya dalam alam kubur. Sebagian dari mereka akan bahagia karena kebanyakan dari pekerjaan mereka itu merupakan kebaikan dan sebagian mereka yang lain dalam keadaan gelisah dan ketakutan karena melihat banyak pekerjaan mereka itu merupakan pekerjaan yang buruk lalu mereka memohon supaya mereka dikembalikan ke dunia kembali. Masya Allah, mana mungkin lagi mereka kembali, bahkan mereka yang memiliki amalan yang baik juga menginginkan untuk kembali untuk menjalani ujian ulang dan untuk mendapatkan nilai kebaikan yang lebih baik.
Allah maha pemurah dan maha pemberi petunjuk. Kebanyakan kita lalai untuk memperhatikan tentang hal ini. Bukankah Allah swt telah menurunkan Al-Kitab supaya manusia mengetahui akan hal-hal yang akan terjadi dihadapan perjalanan hidup mereka. Kemudian ketika Allah swt tidak lagi memberi kesempatan kepada kita untuk melakukan pekerjaan yang terbaik untuk diri kita sendiri, maka jangan salahkan Allah seandainya kita ditempatkan pada tempat yang buruk dihari akhirat nanti.
Petunjuk-petunjuk Allah swt kepada diri kita dan hadir selalu ke dalam hati kita itu bukan hanya dari Kitab atau sunnah Rasul atau nasihat para ulama, tetapi ada sesuatu yang dirasakan oleh hati sanubari kita akan penilaian apakah sesuatu itu baik atau buruk untuk diri kita. Kita juga harus berhati-hati akan mempercayai hati kita sendiri dan seharusnya kita harus memufakatkan diri kita kepada apa yang disyari'atkan oleh Allah sebagai hukum yang diberlakukan pada agama.
Terkadang kita tidak menyadari ketika kita melakukan kebaikan kemudian dengan sendirinya lingkungan kita membaikkan kita. Itu merupakan suatu pertanda bahwa Allah swt selalu menepati janjinya akan keridhaannya kepada pekerjaan kita. Ada juga sebaliknya ketika kita dengan tidak sengaja melakukan hal yang tidak berkenan maka lingkungan kita berkali-kali memperingatkan kita. Oleh hal-hal yang demikian itulah kita senantiasa harus bersujud kepada Allah swt karena kita selalu dilimpahkan rahmat dan perlindungan.
Allah swt berfirman:
Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud. (Al A'raf: 206)
Begitu juga makhluk yang lain, sebagaimana firman Allah swt:
Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (Al-Hajj:18)
Dalam penciptaan alam semesta ini, Allah swt melaksanakan dengan penuh hikmah. Allah mempersiapkan bumi dan langit sebelum manusia diciptakan. Penciptaan itulah untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang menjadi pelajaran pada akal fikiran manusia.
Allah swt berfirman: Tidak Aku ciptakan jin dan manusia itu hanyalah semata-mata untuk sujud kepada-Ku.
Allah swt memperlihatkan bahwasanya sesuatu yang diciptakan itu tidaklah sia-sia dan penuh dengan pelajaran. Adanya manusia di atas permukaan bumi ini merupakan sebuah panggung sandiwara yang dimainkan oleh banyak sekali pemain. Peranan dari Malaikat, manusia, jin, dan lain sebagainya itu merupakan persaksian yang akan diperlihatkan semuanya pada hari dikumpulkannya manusia di Padang Mahsyar. Manusia yang taat dan ingkar, manusia yang rajin dan malas, manusia yang damai dan berperang, dan sebagainya dan sangatlah banyak cerita-cerita yang dapat diperlihatkan semenjak diciptakan alam semesta sehingga hari akhirat nanti. Terlalu sedikit dan singkat waktu manusia yang mau bersujud kepada Allah swt di dunia ini. Mereka lalai dengan kesibukan dunia, mereka mencari dan memiliki sedangkan itu tidak semuanya akan dibawa mati.
Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak bersama-sama mereka yang sujud itu?" (Al-Hijr:32)
Andaikata Allah swt bertanya kepada manusia : "Hai Iblis, apa sebabnya kamu tidak bersama-sama mereka yang sujud itu?"
Wallahu a'lamu bishshawaab.
Pekerjaan atau perbuatan manusia diatas dunia ini semua akan diperlihatkan kembali ketika hari dikumpulkan seluruh umat manusia yaitu di padang mahsyar. Firman Allah swt dalam Al-Quran:
Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka pekerjaan mereka , ... (Az Zalzalah:6)
Seluruh pekerjaan manusia akan dipertunjukkan kepada dirinya sendiri dihari setelah dibangkitkan dari tidurnya dalam alam kubur. Sebagian dari mereka akan bahagia karena kebanyakan dari pekerjaan mereka itu merupakan kebaikan dan sebagian mereka yang lain dalam keadaan gelisah dan ketakutan karena melihat banyak pekerjaan mereka itu merupakan pekerjaan yang buruk lalu mereka memohon supaya mereka dikembalikan ke dunia kembali. Masya Allah, mana mungkin lagi mereka kembali, bahkan mereka yang memiliki amalan yang baik juga menginginkan untuk kembali untuk menjalani ujian ulang dan untuk mendapatkan nilai kebaikan yang lebih baik.
Allah maha pemurah dan maha pemberi petunjuk. Kebanyakan kita lalai untuk memperhatikan tentang hal ini. Bukankah Allah swt telah menurunkan Al-Kitab supaya manusia mengetahui akan hal-hal yang akan terjadi dihadapan perjalanan hidup mereka. Kemudian ketika Allah swt tidak lagi memberi kesempatan kepada kita untuk melakukan pekerjaan yang terbaik untuk diri kita sendiri, maka jangan salahkan Allah seandainya kita ditempatkan pada tempat yang buruk dihari akhirat nanti.
Petunjuk-petunjuk Allah swt kepada diri kita dan hadir selalu ke dalam hati kita itu bukan hanya dari Kitab atau sunnah Rasul atau nasihat para ulama, tetapi ada sesuatu yang dirasakan oleh hati sanubari kita akan penilaian apakah sesuatu itu baik atau buruk untuk diri kita. Kita juga harus berhati-hati akan mempercayai hati kita sendiri dan seharusnya kita harus memufakatkan diri kita kepada apa yang disyari'atkan oleh Allah sebagai hukum yang diberlakukan pada agama.
Terkadang kita tidak menyadari ketika kita melakukan kebaikan kemudian dengan sendirinya lingkungan kita membaikkan kita. Itu merupakan suatu pertanda bahwa Allah swt selalu menepati janjinya akan keridhaannya kepada pekerjaan kita. Ada juga sebaliknya ketika kita dengan tidak sengaja melakukan hal yang tidak berkenan maka lingkungan kita berkali-kali memperingatkan kita. Oleh hal-hal yang demikian itulah kita senantiasa harus bersujud kepada Allah swt karena kita selalu dilimpahkan rahmat dan perlindungan.
Allah swt berfirman:
Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud. (Al A'raf: 206)
Begitu juga makhluk yang lain, sebagaimana firman Allah swt:
Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (Al-Hajj:18)
Dalam penciptaan alam semesta ini, Allah swt melaksanakan dengan penuh hikmah. Allah mempersiapkan bumi dan langit sebelum manusia diciptakan. Penciptaan itulah untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang menjadi pelajaran pada akal fikiran manusia.
Allah swt berfirman: Tidak Aku ciptakan jin dan manusia itu hanyalah semata-mata untuk sujud kepada-Ku.
Allah swt memperlihatkan bahwasanya sesuatu yang diciptakan itu tidaklah sia-sia dan penuh dengan pelajaran. Adanya manusia di atas permukaan bumi ini merupakan sebuah panggung sandiwara yang dimainkan oleh banyak sekali pemain. Peranan dari Malaikat, manusia, jin, dan lain sebagainya itu merupakan persaksian yang akan diperlihatkan semuanya pada hari dikumpulkannya manusia di Padang Mahsyar. Manusia yang taat dan ingkar, manusia yang rajin dan malas, manusia yang damai dan berperang, dan sebagainya dan sangatlah banyak cerita-cerita yang dapat diperlihatkan semenjak diciptakan alam semesta sehingga hari akhirat nanti. Terlalu sedikit dan singkat waktu manusia yang mau bersujud kepada Allah swt di dunia ini. Mereka lalai dengan kesibukan dunia, mereka mencari dan memiliki sedangkan itu tidak semuanya akan dibawa mati.
Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak bersama-sama mereka yang sujud itu?" (Al-Hijr:32)
Andaikata Allah swt bertanya kepada manusia : "Hai Iblis, apa sebabnya kamu tidak bersama-sama mereka yang sujud itu?"
Wallahu a'lamu bishshawaab.
Kamis, 22 April 2010
TENTANG TULISAN INI
Aku membaca tulisan ini dan tentunya aku ingin mengetahui apa maksud dari tulisan ini. Dari judul yang aku baca mungkin tulisan ini tidak begitu bermakna. Namun demikian aku ingin terus membaca, karena mungkin pada kalimat-kalimat berikutnya aku dapat menemukan maksud dari tulisan ini. Saat ini aku tidak peduli siapa yang menulis tulisan ini dan aku yakin penulis tulisan ini memang sengaja menulis dan aku sendiri belum mengerti apa tujuan sebenarnya. Kata demi kata sudah aku baca dari kalimat-kalimat sebelumnya. Mataku sesekali berkedip karena terus mempertahankan dan memusatkan pikiran aku pada tulisan ini. Aku berusaha tidak memperdulikan apa yang aku dengar, dan aku sedang meneruskan membaca walaupun nantinya aku tidak dapat menemukan makna sebenarnya dari tulisan ini. Mungkin saja aku perlu mengulangi untuk membaca tulisan ini tetapi aku rasa cukup sekali saja aku membacanya. Seandainya tulisan ini menarik bagiku maka aku akan membacanya sekali lagi. Apakah teman aku sudah mengetahui tentang tulisan ini atau baru aku saja yang pertama membacanya. Entahlah, yang penting aku ingin menemukan makna dari tulisan yang ini. Aku yakin ada sesuatu yang dapat aku ambil manfaat dari membaca tulisan ini karena sampai saat ini aku masih menatap pada huruf-huruf yang tersusun rapi di layar. Aku bersyukur karena dapat membaca, andaikata aku tidak dapat mengenali huruf dan tidak lancar aku dalam membaca tulisan pastinya tulisan ini akan begitu lambat untuk aku pahami. Aku dapat membayangkan apabila tulisan ini dibaca oleh anak baru sekolah. Mereka akan mengejanya huruf demi huruf supaya nanti akan terangkai menjadi satu kata, lalu mereka mengulanginya dan seterusnya mereka membacanya satu kata demi satu kata. Alhamdulillah aku sekarang dapat lancar dalam membaca. Mungkin tulisan ini mudah untuk aku mengerti, sudah puluhan kata-kata yang aku lihat dan aku terjemahkan dengan pikiran aku. Kata-kata yang lalu yang letaknya diatas tidak perlu lagi aku lihat dan pikiran aku masih tertuju pada tulisan ini. Aku bertanya apakah aku bosan membaca tulisan ini? Aku rasa tidak karena aku masih sanggup membacanya lagi. Pikiran aku masih mampu mengamati setiap yang aku lihat dari susunan kata-kata ini. Aku juga merasakan dalam kepala aku walaupun ada sedikit terasa lain tetapi hal ini wajar karena aku memang sedang membaca. Dalam kepala aku memang ada denyutan yang sangat lemah dan itu menandakan ketika aku membaca tulisan ini ada bagian tertentu dalam otakku sedang bekerja. Begitu mata aku melihat huruf-huruf ini maka aku dapat mengetahui bahwa otak aku itu yang membantu mengingat kata-kata ini. Aku tahu bahwasanya aku dapat melihat dan aku juga punya otak untuk memikirkan tulisan ini dan aku sadar otak yang aku punya ini masih baik dalam bekerja. Bukan untuk membaca tulisan ini saja tetapi untuk tulisan-tulisan yang lain. Bahkan otak dan seluruh panca indra yang aku miliki, mata, telinga, hidung dan lain-lain juga sedang bekerja saat ini. Mata aku sedikit lelah tetapi aku harus meneruskan membaca tulisan ini, mungkin layar ini terlalu terang sehingga mata aku seperti kesat dan untung saja kelopak mata aku masih juga dapat bekerja sehingga mata aku dapat berkedip. Aku coba mengedipkan mata ini berkali-kali supaya aku dapat membaca tulisan ini sampai habis. Ini bukan pertanda aku sedang membaca tulisan yang sedih, tetapi memang demikian karena setelah beberapa kalimat apalagi tulisan ini sudah lumayan panjang tentunya mata aku menjadi lelah. Aku tidak peduli apakah mata aku lelah karena aku juga dapat mendengar bagaimana aku menarik nafas aku ketika membaca tulisan ini. Udara berhembus dari hidung dan aku hirup udara baru. Aku memasukkan udara yang baik ke dalam rongga dada ini sehingga aku dapat lancar dalam membaca tulisan ini. Denyut-denyut dalam otak aku juga masih terasa dan itu menandakan bahwa ada aliran darah yang terus mengalir dalam otak aku dan itu sangat membantu aku dalam memikirkan tulisan ini. Aku tahu darah itu dipompa oleh jantung dan saat ini detak jantung aku stabil karena tulisan ini nyaman untuk aku baca. Tulisan ini tidak mengandung unsur-unsur yang membuat aku emosi, mungkin pada saat-saat pertama aku membaca tulisan ini, aku terasa geli dan ingin ketawa sendiri. Aku rasa tulisan ini tidak aneh, ataupun juga aneh karena baru kali ini aku membaca tulisan yang seperti ini. Aku pikir aku akan dapat juga menulis tulisan yang seperti ini menurut versi aku sendiri. Kalau aku nanti menulis dengan versi aku sendiri tentu akan lain, karena ini adalah tulisan orang, bukan tulisan aku. Aku hanya sekedar membacanya saja. Aku ingin menulis tulisan yang lain yang lebih bermakna atau nanti ketika aku menemukan inspirasi untuk menulis. Biarlah aku baca saja tulisan ini dulu sampai habis. Kapan tulisan ini akan habis karena dibawah ini masih banyak kata-katanya. Aku teruskan untuk membaca, mungkin pada akhir tulisan ini aku akan menemukan apa yang tersirat dalam tulisan ini. Aku tahu bahwa aku tidak dapat mempertahankan konsentrasi yang penuh pada tulisan ini karena sesekali aku dapat membayangkan yang lain dibalik tulisan ini. Hebat juga otak dan pikiran aku ini bekerja, karena selain aku sedang membaca tulisan ini aku juga dapat membayangkan hal lain. Sudah berapa tahun lamanya aku memiliki otak yang seperti ini. Aku rasa aku orang yang cerdas karena tulisan ini dapat membantu aku memikirkan tentang otak dan pikiran. Mungkin aku akan mengakhiri membaca tulisan ini, karena waktu aku membaca tulisan ini aku membayangkan hal lain. Yang jelas aku masih sadar bahwa aku sedang mengamati tulisan ini yang cukup panjang. Apabila nanti sudah selesai membaca tulisan ini aku akan merencanakan sesuatu. Aku ingat setelah membaca ini ada sesuatu yang akan aku kerjakan. Tulisan ini belum aku tinggalkan. Aku ingin membacanya sampai habis. Tangan aku dimana ya? Kalau tangan aku tidak bekerja bagaimana aku dapat mengendalikan tulisan ini. Aku dapat membuka tulisan ini dari pertama dan mengeser kalimat ini keatas supaya aku dapat terus memperhatikan kalimat-kalimat yang belum aku baca. Aku rasa sudah cukup aku membaca walaupun aku tidak menemukan makna dari tulisan ini. Namun ada yang lucu setelah aku baca tulisan ini, karena aku ingat beberapa kali waktu aku baca tulisan ini saat pertama aku dapat menilai tulisan ini. Baik atau tidak tulisan ini sudah aku baca sampai pada huruf yang aku lihat ini. Iya, huruf-huruf yang aku lihat dan aku baca ini. Pikiran aku sadar tidak, bahwa aku sedang membaca, dan masih membaca.
Langganan:
Postingan (Atom)