Senin, 16 Mei 2011

PAPA DAN DUNIA



BAB KEEMPAT
Bermula yang keempat pada menyatakan papa dan dunia.
Ketahui olehmu bahwasanya fakir itu sesuatu kemegahan daripada kemegahan dan tiada dianugerahi Allah ta'ala fakir itu melainkan segala nabi-nabi atau seorang hamba-Nya daripada yang dikasihani-Nya. Dan karena inilah sabda nabi saw:
الفقر فخريى وبه افتخر على جميع الانبياء
Yakni fakir itu megahku dan dengan dia aku mengambil megah atas segala nabi-nabi.
Maka ketahui olehmu fakir itu terlebih baik daripada dunia karena bahwasanya dunia itu mempusakakan takabbur dan takabbur itu kafir, seperti firman Allah ta'ala:
ابى واستكبر وكان من الكافرين
Bermula enggan dan takabbur itu daripada segala syaithan tiada ia merendahkan dirinya tatkala suruh sujud akan nabiullah Adam maka jadilah sekalian kaum itu kafir dan takabbur itu adalah ia daripada segala kafir dan karena inilah bahwasanya takabbur itu mempusakakan kafir.
Kemudian maka ketahui olehmu bahwasanya fakir itu pakaian nabi-nabi dan perhiasan segala auliyak karena bahwasanya pikir itu mempusakakan takut dan takut itu mempusakakan kemuliaan seperti sabda nabi saw:
يقول لعباده الفقراء يوم القيامة ياعبادى انتم بمنزلة الانبياء ولكم عندى فضيلة ولكم عندفى الخلق شفاعة يا عبادى اسألونى ما شئتم حتى اعطيكم فانى راض عنكم وان ايس لكم اليوم عندى عذاب
Yakni bermula akhirat itu kampung baginya yang tiada baginya kampung didalam dunia dan harta bagi yang tiada baginya harta didalam dunia diturunkan Allah ta'ala daripada langit pada tiap-tiap hari seratus lima puluh laknat maka yang lima puluh atas segala syaithan dan yang lima puluh itu atas segala kafir dan yang lima puluh itu atas yang menuntut dunia.
Maka yang menuntut dunia itu dilaknat maka ketahui olehmu dan takut olehmu daripadanya seperti sabda nabi saw:
الدنيا ملعونة وملعون ما فيها الا ماكان لله منها
Yakni bermula dunia itu dikutuk Allah ta'ala dan dikutuk barang yang didalamnya melainkan barang karena Allah daripadanya.
Maka ketahui olehmu tiada dukacita bagi segala fakir dan tiada sentausa bagi orang kaya dan tiada kemuliaan bagi orang jahil dan tiada baik orang yang ber'akal dan tiada lepas bagi orang yang ma'shiat. Seperti sabda Nabi saw:
الفقر راحة والغنى عقوبة والعقل هداية من الله والجهل ضلاله والموت غنيمة والمعصية مصيبة
Bermula fakir itu sentausa dan orang yang kaya itu siksa dan yang ber'akal itu beroleh petunjuk daripada Allah ta'ala dan bebal itu sesat dan mati itu taulan dan durhaka itu bahagian.
Dan berkata orang daripada Umar bin Khattab r.a seperti bersabda saw:
لاتد خلوا بيوت الاغنياء قانها مسخطة الرب جل وعز
Yakni jangan engkau masuk akan rumah orang yang kaya bahwasanya ia dimurkai Tuhan 'azza wajalla.
Maka ketahui olehmu tiada terlebih jahat baginya daripada orang yang kaya dan sesat seperti jahil dan tiada terlebih baik pusaka itu seperti ilmu dan tiada yang terlebih baik 'amal seperti sembahyang dan tiada terlebih rahmat seperti bersendirian dan tiada yang terlebih baik bekal seperti takut dan tiada yang terlebih jahat hati seperti lalai dan tiada yang terlebih baik taulan seperti 'akal dan tiada yang terlebih kejahatan seperti kenyang dan tiada yang terlebih hikmah seperti lapar dan tiada yang terlebih lezat seperti ma'rifat dan tiada yang terlebih nikmat seperti tawakkal.
Maka ketahui olehmu bahwasanya fakir itu perhiasan segala 'arif dan faliat segala yang menuntut dan kehidupan segala 'abid dan bekal segala yang ber'amal da sentausa segala kekasih dan mematikan segala yang jahil dan kehinaan segala yang lain maka disana beroleh kemenangan bagi barangsiapa yang mengetahui akan yang sebenar-benarnya seperti adalah yang sebenar-benarnya syaratnya.
Dan kata Isa ibnu Maryam as:
الفقر مشقة فى الدنيا وراحة فى الاخرة
Yakni fakir itu kesukaran didalam dunia dan sentausa didalam akhirat maka ketahui olehmu bahwasanya sentausa tiada hasil melainkan dengan kesukaran maka barangsiapa tiada kesukaran baginya didalam dunia niscaya tiadalah sentausa baginya didalam akhirat.
Bermula fakir itu kirahat pada segala jahil dan manis pada segala 'arif maka barangsiapa tiada ia dengan fakir maka yaitu jahil maka ketahui olehmu bahwasanya fakir itu benar dengan tiada munafik dan barangsiapa memakai dengan nifak itu maka yaitu disekutukan Allah akan dia dalam dunia dan didalam akhirat dan barangsiapa memakai dengan shidiq itu maka yaitulah terlebih mulia dalam dunia dan dalam akhirat dan tiada yang terlebih mulia pada Allah ta'ala melainkan hambanya yang takut seperti firman Allah ta'ala:
ان اكرمكم عند الله اتقاكم
Yakni bahwasanya yang terlebih karim pada Allah ta'ala itu yang takut daripada kamu.
Maka ketahui olehmu bahwasanya takwa itu tiada hasil melainkan dengan tiga perkara, dan yaitu ilmu dan 'amal dan fakir.
Dan dikata orang segala ahli Riyadhah pohon segala ibadah itu takwa karena bahwasanya yang dikehendaki dariapda takwa itu yang memutuskan barang yang lain-lain daripada Allah ta'ala dan menjauhkan daripada berbuat ma'shiat akan Allah ta'ala dan loba atas berbuat ta'at akan Allah ta'ala dan mencela akan dirinya dan membesarkan bagi suruhan Allah ta'ala dan penyayang akan makhluk Allah ta'ala dan kasih karena Allah ta'ala dan benci karena Allah ta'ala dan memberi karena Allah ta'ala dan berkata karena Allah ta'ala dan diam karena Allah ta'ala dan berjalan karena Allah ta'ala dan mengerjakan yang disuruh karena Allah ta'ala dan menjauhkan yang dilarangkan itu dengan karena Allah ta'ala itulah sebenar-benar takwa maka yang lain-lain daripada demikian itu maka yaitu jahil sesat yang amat sangat terlebih daripada binatang.
Maka jika dikata orang yang ber'akal yang fakir itu terlebih baik atau 'amal yang kaya terlebih baik maka kata olehmu bermula orang yagn ber'akal yang fakir itu terlebih baik karena bahwasanya orang yang kaya itu jauh daripada Allah ta'ala.
Maka jika dikata orang yang 'alim, yang fakir itu terlebih baik atau orang berakal yang fakir itu yang terlebih baik dikata 'alim yang fakir itu terlebih baik karena bahwasanya tiada memberi faidah melainkan serta ilmu.
Maka jika dikata orang fakir yang 'abid terlebih baik atau orang kaya yang pemurah itu terlebih baik. Kata fakir yang 'abid itu terlebih baik karena bahwasanya pemurah itu mempusakakan pahala dan fakir itu mempusakakan dawit.
Ketahui olehmu bahwasanya fakir itu suatu yang mulia terlebih baik tiada mitsalnya didalam akhirat maka tiada dianugerahi Allah ta'ala akan dia melainkan segala nabi atau orang hambany yang dikasihi maka dikata orang apa beda antara fakir dan orang kaya, dikata seperti beda orang merdeka dan hamba orang.
Maka dikata orang apa rehat pada fakir dan apa rehat pada orang kaya, dikata seperti sentausa yang duduk dalam naungan dan yang duduk pada panas.
Maka jika dikata orang apa lezat pada fakir dan orang kaya, dikata seperti kemuliaan bagi raja-raja dengan rakyat.
Maka ketahui olehmu bahwasanya fakir itu suatu perbendaharaan daripada segala perbendaharaan Allah ta'ala tiada yang mengetahui akan dia seorang jugapun melainkan yang 'alimu billahi 'azza wajalla seperti riwayat daripada Abdullah ibnu Abbas r.a. bahwasanya ia berkata tiga orang laki-laki datang mereka itu kepada Nabi saw maka berkata seorang daripada mereka itu apa fakir itu ya Rasulullah? maka sabda Nabi saw:
قال خزانه من خزائنه
Yakni suatu perbendaharaan daripada bendahara Allah ta'ala, dan berkata yang kedua apa itu fakir ya Rasulullah? maka sabdanya:
كرامة من كرامة الله
Yakni suatu kemuliaan daripada kemuliaan Allah ta'ala. Dan berkata yang ketiga apa fakir itu ya Rasulullah? maka sabdanya:
قال شيئ لا يعطيه الا الا نبياء اوعبدا من عباده الصالحين
Yakni satu syaik yang tiada dianugerahi Allah akan dia melainkan segala anbiya atau akan seorang hamba daripada segala hamba-Nya yang shaleh dari karena itulah fakir itu petunjuk daripada Allah ta'ala maka barangsiapa ridha daripadanya masuk syurga dan barangsiapa tiada ridha daripadanya maka yaitu haram daripada segala kebajikan.
Maka jika dikata apa faidah daripada kasih dengan segala fakir dan orang kaya dikata seperti faidah berkasih-kasih dengan orang berbuat buat bau-bauan dan pandai besi seperti bersabda nabi saw umpama duduk dengan yang shaleh seperti duduk dengan orang yang berbuat bau-bauan jika tiada dirinya pakai suatu daripada segala bau-bauannya itu akan dikau niscaya datanglah akan dikau daripada baunya dan umpama orang duduk serta orang yang jahat itu seperti umpama yang duduk hampir dengan api pandai besi jikalau tiada metunukan sekalipun niscaya datanglah akan dikau daripada sarawahnya atau tertunu kainmu daripada bara apinya itu sesungguhnya datang dalam hadits dan sabda Nabi saw:
من جالس ثمانية اصناف زاده الله ثمانية اشياء الاول
Yakni barangsiapa duduk serta delapan perkara ditambah Allah ta'ala akan dia delapan perkara: pertama, barangsiapa duduk serta segala raja-raja ditambah Allah ta'ala akan dia takabbur dan kebinasaan hati, dan kedua; barangsiapa duduk serta orang kaya ditambah Allah akan dia loba pada menghimpun harta dan menuntut akan dia, ketiga; barangsiapa duduk serta fakir ditambah Allah ta'ala akan dia sabar dan ridha dengan barang yang dibahagikan Allah, dan keempat; barangsiapa duduk serta kanak-kanak ditambah Allah ta'ala akan dia permainannya dan loba, dan kelima; barangsiapa duduk serta ulama ditambah Allah ta'ala akan dia ilmu, dan keenam; barangsiapa duduk serta perempuan ditambah Allah ta'ala kesusuhan, dan ketujuh; barangsiapa duduk serta fasik ditambah Allah ta'ala akan dia ma'shiat dan dosa berlindung aku kepada Allah ta'ala duduk demikian itu, dan kedelapan; barangsiapa duduk serta orang yang shaleh ditambah Allah ta'ala akan dia gemar berbuat ta'at dan suci dan jauhi olehmu daripada duduk serta orang kaya karena bahwasanya dalamnya enam perkara dan tiga perkara dalam dunia dan tiga perkara didalam akhirat, maka adapun yang tiga perkara didalam dunia itu berpanjangan dukacita dunia dan kekurangan ibadah dan bertambah-tambah ma'shiat, dan adapun yang tiga perkara didalam akhirat itu panjang kira-kira dan sagnat siksa dan kekurangan martabat maka takut olehmu daripadanya.
Maka ketahui olehmu hai shaleh bahwasanya fakir itu terlebih baik daripada kaya karena segala kebajikan itu dalamnya enam perkara: tiga perkara dalam dunia dan tiga perkara dalam akhirat. Adapun yang tiga perkara didalam dunia itu berpanjangan sentausa dan bertambah-tambah ibadat dan kekurangan berseteru dengan segala manusia. Adapun yang tiga perkara didalam akhirat itu ringan kira-kira dan menegah akan siksa dan mempusakakan pahala maka pahamkan olehmu baik-baik.
Dan ketahui bahwasanya pohon segala ibadah itu fakir karena bahwasanya ibadah itu tiada hasil melainkan dengan hadir hatinya bahwasanya hadir hati tiada dapat melainkan dengan tawakkal yang memutuskan segala pergantungan maka pahamkan olehmu baik-baik.

AKAL DAN BEBAL



BAB KETIGA
Bab yang ketiga pada menyatakan akal dan bebal.
Ketahui olehmu hai shaleh bermula orang yang berakal itu tiada membimbang ia akankeinginan nafsu karena ia mempusakan lupa dan menghilangkan 'akal. Dan tiada bimbing ia dengan menghimpunkan harta karena bahwasanya harta itu mempusakakan haram dan bertambah-tambah siksa dan tiada bimbang dengan perkataan dunia karena bahwasanya perkataan dunia it mempusakakan dosa dan menambah keras hati.
Maka ketahui olehmu bahwasanya 'akal dan ilmu keduanya baik maka barangsiapa tiada 'akal baginya tiadalah ilmu maka jika dikata orang apa 'akal maka kata olehmu: bermula 'akal itu yang tiada menuntut ia akan dunia melainkan karena Allah 'azza wajalla dan tiada melihat ia didalam dunia serta Allah ta'ala akan yang lainnya da ntiada baginya melainkan papa dan tiada baginya bimbang melainkan dengan zikrullah dan tiada baginya perkataan dalil dan tiada ada baginya kemuliaan melainkan kehinaan dan tiada ada baginya kemuliaan melainkan kedukaan dan tiada ada baginya lezat melainkan dengan zikir.
Maka jika dikata orang apa yang bebal? kata olehmu yang bebal itu perkataannya banyak lagi berpanjangan dan kaya itu kehidupannya dan dunia itu kenyangnya da kemuliaan itu sentiasa dan harta bekalnya dan riya itu pencariannya maka jika dikata orang 'akal itu terlebih baik daripada ilmu tetapi 'akal serta ilmu itu terlebih baik karena bahwasanya ilmu itu fardhu atas segala yang ber'akil baligh, seperti sabda Nabi saw:
من صدق لسانه وطال صمته وسلم الناس من شره فذلك عاقل وان كان لايقرأ كتاب الله تعالى
Barangsiapa benar lidahnya lagi berpanjanganlah diamnya sejahteralah ia daripada kejahatan segala manusia maka yang demikian itu 'akal dan jika ada tiada membaca kitab Allah ta'ala sekalipun.
Bermula 'akal itu yang takut akan Tuhannya dan mengeras-keras ia akan dirinya dan kata orang, bermula yang ber'akal dan 'amal dan adab dinamakan akan dia akil dan apabila mengetahui dan di'amalkannya dengan tiada adab maka tiadalah ilmu yang tiada ber'akal.
Dan kata orang taubat seorang laki-laki dan bimbang ia dengan ibadah akan Allah ta'ala dinamai akan dia itu 'akil. Maka ketahui olehmu akan dia bahwasanya bebal itu kelam dan ilmu itu penglihatan yang menghilangkan kelam dan 'akal itu penglihatanmu yang menyucikan daripada segala ke'aifannya dan 'amal itu ruh menghidupkan hati yang mati.
Dan pada kitab zabur diwahyukan Allah ta'ala kepada nabi Daud 'alaihissalam: ya Daud bahwasanya yang ber'akal itu tiada suci daripada empat ketika sesuatu ketika berbaik ia dalamnya dengan Tuhannya kepada saudaranya pada menceritakan mereka itu akan dia dengan ke'aifannya dan suatu ketika menyucikan didalamnya akan dirrinya dan antara berlezat-lezatnya yang halal.
Dan dikata orang yang ber'akal itu meninggalkan dunia sebelum lagi bahwa dunia itu meninggalkan dia dan berbuat kubur ia dahulu daripada masuk akan dia dan gemarnya akan Allah ta'ala dahulu daripada bertemunya.
Maka ketahui olehmu bahwasanya yang ber'akal itu tiada menuntut dia didalam dunia melainkan kebajikan dan tiada disukai daripada dunia melainkan kebajikan dan tiada melihat ia dalam dunia melainkan yang benar dan tiada duduk serta segala manusia melainkan segala fakir dan tiada berbuat ia didalam dunia melainkan masjid.
Dan bahwasanya yang bebal itu tiada dituntut dalam dunia melainkan harta dan tiada mengambil ia dalam dunia melainkan kemuliaan dan tiada dilihat dalam dunia melainkan yang sia-sia dan tiada duduk ia serta manusia melainkan serta orang kaya dan tiada ia makan akan makanan melainkan seorang dirinya dan tiada diperbuat didalam dunia melainkan mahligai.
Dan kata orrang tiga perkara didapat daripada keadaannya itu maka yaitu yang ber'akal itu sedikit berkata-kata lagi sedikit makan dan lagi sedikit sehat serta berdiri sembahyang malam.
Maka ketahui olehmu bahwasanya fana itu dengan diam tiada dengan perkataan karena bahwasanya perkataan itu kepala segala lupa dan dengan sedikit makan ringan kepada ibadah dan dengan kenyang yang halal itu kepala riya. Maka ketahui olehmu tiada kebajikan itu melainkan dengan ma'rifat dan ilmu dan tiada kebajikan ilmu dan ma'rifat itu melainkan dengan membayar hak Allah ta'ala dan tiada kebajikan memberi hak Allah ta'ala melainkan dengan tetap hati dan tiada kebajikan tetap hatinya itu melainkan dengan menahan sekalian anggota dan tiada kebajikan pada menegahkan pada anggota itu melainkan dengan menyucikan dirinya dan tiada kebajikan menyucikan dirinya itu melainkan dengan menjaga dirinya serta Allah ta'ala. Maka pahamkan olehmu dan ambil olehmu.
Dan ketahui olehmu bahwasanya 'akal itu taulan ilmu dan ilmu itu taulan ibadah dan ibadah itu taulan syurga. Maka barangsiapa ada baginya segala perkara ini maka yaitu isi syurga. Dan jika dikata orang apa yang ber'akal pada hakikatnya maka engkau kata, bermula orang yang ber'akal itu pada hakikatnya yang sabar atas bala karena bahwasanya bala itu pilihan segala yang ber'akal, faidah segala yang menuntut dan menegahkan segala orang yang shaleh-shaleh. Seperti kata orang yang membaikkan segala kelakuan mukmin itu bala apabila bala binasalah mereka.
Dan berkata setengah ahli syari'at, bala itu atas tiga perkara, satu bala-at'-dzib namanya dan kedua balak-takdib namanya, dan ketiga balak-taqriib namanya. Dan balak-ta'dzib itu bagi segala orang yang ma'shiat dan balak-takdiib itu bagi segala orang yang berbuat bakti dan balak-taqriib itu bagi segala orang yang dikasihi Allah ta'ala.
Kata setengah mereka itu tiap-tiap bala yang menghampirkan akan dikau Allah ta'ala itu maka yaitu nikmat dan tiap-tiap nikmat yang menjauhkan dikau daripada Allah ta'ala maka yaitulah bala seperti sabda Nabi saw:
ان الله تعالى تعاهد لعبده المؤمن البلاء كما يتعاهد احدكم ولده بالخبز
Yakni bahwasanya Allah ta'ala menunjukkan seorang hambanya yang mukmin itu daripada bala seperti menjaga ibu bapak akan anaknya dengan umpama roti mentah.
Maka jika dikata orang mana orang yang ber'akal pada syara', maka dikata orang bermula orang yang ber'akal pada syara' itu yang mengerjakan suruhan Allah ta'ala dan menjauhkan akan tegah-Nya seperti sabda Nabi saw:
من امر بالمعروف ونهى عن المنكر فهو خليفته فى الارض وخليفته فى الارض وخليفة كتابه وخليفة رسله
Yakni barangsiapa menyuruh berbuat baik dan menegahkan daripada berbuat jahat maka yaitulah Khalifah Allah ta'ala didalam bumi dan Khalifah kitab-Nya dan Khalifah Rasul-Nya.
Ketahui olehmu bahwasanya yang ber'akal itu tiada menyuruh ia melainkan dengan berbuat baik dan tiada dilarang melainkan daripada berbuat jahat karena bahwasanya mengerjakan suruh itu wajib atas segala yang 'akil baligh, barangsiapa tiada ada ia mengerjakan akan yang disuruh dan tiada dijauhinya daripada yang dilarang-Nya itu maka yaitu haram daripada dunia dan dibinasakan oleh Allah didalam akhirat, artinya haram daripada syurga.

Kamis, 12 Mei 2011

KEJADIAN HARI KIAMAT

الباب الحادى عشر فى احوال القيامة

Bermula bab yang kesebelas pada menyatakan hari kiamat.

Dan cerita daripada Ibnu 'Abbas radhiallahu 'anhu berkata ia lagi akan menangis segala isi langit dan bumi akan dibinasakan empat puluh tahun tiada ada didalamnya itu melainkan Allah swt padahal berseru ia siapa raja pada hari ini? Maka menjawab ia sendirinya yang maha mulia aku lah Tuhan yang Esa yang terlebih Qahar kemudian maka diturunkan oleh Allah ta'ala angin. Maka tiada lagi tinggal di dalam bumi ini segala bukit dan tiada ada lagi sungai melainkan pada ketika itu menjadikan Allah ta'ala sama rata seperti pertamanya.

ويسألونك عن الجبال فقل بنسفها ربى نسفا فيدرها قاعا صفصفالا ترى فيها ولا امتا . فينادى الجليل جل جلاله اين اللوك الى آخره

Berseru-seru Tuhan yang amat keras daripada kekerasan dimanakah sekalian raja-raja dan sekalian anak raja-raja dan manakah raja-raja yang dahulu yang terlalu keras dan mana segala mereka itu yang menyangka mereka ada Tuhan yang lain daripada aku kemudian maka digulung langit dan bumi dengan tiada kepit.

Kemudian maka berfirman pula dimana sekarang segala Yahudi dan Nashsara dan dimana segala mereka itu yang memakan rezeki aku dan menyembah yang lain daripada aku dan menyangka mereka itu bahwasanya bagiku sekutu kaan pada pekerjaanku bahwasanya akulah TUhan tiada tuhan yang lain hanya aku maka dikembalikan ruh segala malaikat dan berkata ia kepada Jibril Hai Jibril katakan olehmu kepada Malik zabaniyah suruh menghias syurgaku, hendak membalas segala hamba-Ku yang berbuat ta'at kepada-Ku dan katakan olehmu kepada Malik Zabaniyah suruh dedia nereka aku hendak membalas segala hamba-Ku yang durhaka kepadaku seperti firmannya : Dan berkata bagi Mikail gantungkan olehmu mizan yang hadil antara segala makhluk yang banyak seperti firmannya berkata kepada Israfil:

ونفخ فى الصور

Bagi segala makhluk yang banyak dalam mahsyar maka ditiup oleh Israfil maka berkata Allah ta'ala kepada Jibril Hai Jibril pergilah engkau kepada Muqif daripada segala malaikat dalam syurga dan suruh olehmu akan Ridwan beri kepadanya mahkota yang besar dan pakaian dariapda baju dan kain dan beri panji-panji Liwaa-ul hamdi yang Aku persalinkan kepada kekasihku Muhammad saw maka mengambillah akan mahkota dan panji-panji itu dan Mikail membawa kain pakaian dan selimah dan Israfil membawa baju dan kaus dan Izrail membawa Buraq dan berhentilah mereka antara langit dan bumi maka berkata Jibrail mana bumi dunia dan mana kubur Rasulullah saw.

Maka bergerak-geraklah bumi dan terbuka kubur Rasulullah saw maka tiba-tiba Rasulullah saw dilihatnya dengar daripada kuburnya dan menyapu-nyapu nabi akan tubuh daripada kepalanya maka duduk Nabi saw diatas kepala kuburnya kemudian maka ia menilik kekanan dan ke kiri padahal tiada dilihatnya suatu daripada kampung dan rumah.

Maka dilihatnya ada Jibrail sertanya maka bersabda ia kepadanya Hai Jibrail apa hari ini maka sembah Jibrail inilah hari engkau memberi syafa'at kepada umatmu. Maka sabdanya dimana sekarang segala umatku mudah-mudahan engkau tinggalkan mereka dalam 'azab aku kendak engkau khabarkan kepada aku.

Maka sembah Jibrail as demi kemuliaan Tuhanku tiada seorang daripada hamba Allah yang dibangkitkan dahulu daripada tuan hamba kemudian maka dibawa oleh malaikat segala pakaian itu kehadapannya lalu dipakaikannya maka buraq pun dibawanya kehadapannya maka berkata Rasulullah ya Jibrail dimana segala shahabatku maka berseru-seru ia Jibril Hai segala ruh yang suci kembalilah kamu kepada jasad yang thaharah berdirilah Abu Bakar dan Umar ra maka diberikan akan pakaian mereka itu daripada mahkota yakni falatul qamar dan baju dan serual maka naik keduanya mengiringi Rasulullah saw kemudian berjalan mereka itu kepada bumi yang putih dan yaitu baitul maqdis dan adalah jauh perjalanan itu empat puluh tahun lamanya maka berhentilah disana Jibril duduk disebelah kanan Nabi saw dan Mikail duduk dia sebelah kirinya dan Abu Bakar dan Umar duduk dihadapannya.

Kemudian maka berfirman Allah jalla jallaluhu, ya Israfil :

اُنْفُخْ فِى الصُّورِ

Maka ditiupnya sekali lagi maka berbunyilah sangkakala itu. Hai segala tulang-tulang yang putih-putih dan segala kulit dan daging yang hanyir itu bredirilah kamu dan segala yang dimakan burung dan yang dimakan oleh ikan dan yang diatas bukit dan yang didalam bumi sanya yang didalam laut maka bergerak-geraklah segala bumi dan keluarlah segala mereka itu dikembalikan kepada jasad nya maka datanglah ruh segala mukmin kepada jasadnya. Maka berkata jasad, Hai roh yang takut akan Tuhannya sempurnalah engkau maka aku sempurnalah dan berkatalah segala ruh yang kena azab bagi jasadnya yang kena azab yang celaka kejadiannya binasalah engkau dan binasalah kamu.

Maka masullah sekalian ruhnya kepada jasadnya dan berhimpunlah mereka itu atas kira-kira 'amal mereka itu seperti firman-Nya:

يوم نحشر المتقين الى الرحمن وفدا ونسوق المجر مين الى جهيم وردا

Maka berjalanlah mereka itu daripada setengahnya adapun pada tatkala iatu menilik khala-ik yang berjalan itu maka adalah kelakuan berjalan mereka itu atas kira-kira amal mereka itu. Dan melihat Nabi saw akan suatu kaum maka berkata ia kepada Jibrail adalah sekalian itu umatku maka sembah Jibrail tiada disana ya Rasulullah. Kemudian datang suatu kaum yang amat banyak yang memenuhi segala padang maka berkata Nabi saw inilah umatku ya Jibril? maka sembahnya inilah ya Rasulullah maka hampirlah kita kepadanya lalu ia bersabda kepadanya, betapa kelakuan kamu dibawah siksa maka menagislah mereka itu. Dan menangis pula Nabi saw.

Kemudian maka firman Allah kepada sekalian malaikat yang menanggung 'arasy, bawa olehmu 'arasy ini kepada yaumil qiamat sanya aku hakimkan antara segala malaikat yang menanggung hambaku seperti firman-Nya:

ويحمل عرش ربك فوقهم يومئذ ثمانية

Berfirman Allah ta'ala ya Jibrail segala memberi 'arasy dari kanannya dan kirinya dan dikeluarkan hawadh anbiya itu tiap-tiap seorang melainkan hawath nabi shaleh as. Maka bahwasanya hawadhnya itu air susu maka firman Allah ta'ala kepada Nabi saw ya Muhammad sesungguhnya kamu hukumkan antara segala makhluk pada hari ini dengan syari'at kamu dengan siksa dan mizan.

Kemudian maka berfirman Allah ta'ala akulah raja pada hari ini tiada aku mengubahkan janjiku, maka jika mengubahkan niscaya adalah aniaya. Maka berkata Ia kepada Malik Zabaniyah, sediakan olehmu neraka jahannam itu, maka bernyala-nyala neraka pada ketika itu maka menangis Jibril. Maka berkata Zabaniyah mengapa engkau menangis hai Jibriail? maka berkata Jibrail betapa kami menangis bahwasanya Allah ta'ala terlalu murka kepada hambanya menyuruh sediakan neraka maka menangis yang amat sangat. Maka berkatanya Malik Zabaniyah dimana sekarang Muhammad saw dan segala umatnya? Maka sahut Jibrail adalah sekalian mereka itu dihadapan Allah ta'ala. Maka diperbaiki oleh malaikat Zabaniyah akan neraka maka jadilah yang diatas itu ke bawah dan yang dibawah itu keatas maka neraka diberilah empat tangannya. Dan adalagi bagi neraka jahannam itu sepuluh ribu kepalanya dan tiap-tiap suatu kepala itu sepuluh ribu mulutnya dan tiap-tiap satu mulut itu sepuluh ribu yang ada panjangnya tiap-tiap satu naar yang itu seribu tahun perjalanan dan lagi bagi nereka itu tujuh puluh ribu zamam yakni tali hidung. Dan tiap-tiap zamam itu tujuh puluh ribu malaikat yang menarik akan dia. Maka berkata malaikat yang menarik itu kepada neraka sungguhnya kita sekalian disuruh bawa kehadapan Allah ta'ala maka berserulah neraka itu dan adalah jauh antaranya da antara muqif itu lima ratus tahun perjalanan. Maka kedengaran suara neraka itu dan asapnya dan seuara olar dan kala dan lipan. Bermula bunyilah maka sembah neraka itu kehadharat Allah ta'ala : ya rabbi ya sayydi ya maulaya, adakah engkau jadikan sesuatu yang menyiksa akan daku dengan dia maka berkata Allah subhanahu wata'ala, Aku kuasakan menyiksa akan dikau tetapi aku jadikan engkau aku suruh menyiksa bagi barangsiapa yang durhaka kepada aku. Maka sembah neraka Ya Tuhanku beri izin kepada kami sujud kepada Allah ta'ala maka sujudlah mereka itu karena syukur maka berkata Allah ta'ala Hai neraka jahannam sangat-sangat engkau siksa akan hambaku yang durhaka kepadaku maka gemetarlah neraka pada ketika itu. Dan terkejutlah sekalian anbiya dan auliya dan segala makhluk semuanya. Maka bergantunglah sekalian mereka itu pada tiang 'arasy. Maka berkata nabi Ibrahim khalilullah:

يا سيدي يامولاي لا اسألك اليوم الانفسيى

Dan demikian lagi nabiullah Musa dan nabiullah Isa dan sekalian anbiya dan tiap-tiap mereka itu berkata nafsi-nafsi melainkan nabi Muhammad saw berkata ia ummati-ummati. Tiada yang aku pintakan pada hari ini diriku tetapi yang aku pintakan pada hari ini sekalian umatku.

Kemudian maka berkata api neraka Ya Tuhanku tiada adalah kami menyksa akan umat nabi Muhammad saw. Maka bahwasanya mereka itu tiada sabar ia atas panasnya dan sangatnya maka dikeluarkan pula bunga api neraka jahannam atas kepala segala khalaik. Maka barangsiapa ada amalnya yang shaleh maka dinaungi oleh amalnya. Kemudian dari itu maka dihisablah segala anbiya dan auliya dan ulama.

Dan panjang shirathal mustaqim diatas mulut neraka jahannam itu lima ribu lima ratus tahun perjalanan. Maka berfirman Allah ta'ala Ya Muhammad hampirkan segala umat kamu kepada mizan maka disuruh nabi kepada sekalian umatnya hampir kepada mizan. dan adalah nabi saw duduk hampir ia dengan mizan maka dilihatnya akan malaikat yang menimbang amal sekalian umatnya. Maka barangsiapa lebih amalnya yang baik maka suka nabi saw dan barangsiapa lebih amalnya yang jahat maka dihantarkan oleh nabi saw akan surbannya pada pihak kebajikannya maka ditolak oleh malaikat tangan Rasulullah serta ia berkata ya Muhammad jangan engkau taruh surbanmu itu kepada mizan yang kebajikan. Maka berkata Allah ta'ala kepada Malaikat jangan engkau tegahkan perbuatan Muhammad maka bahwasanya daripada aku seperti firmannya:

ولسوف يعطيك رلك فترضى

Kemudian maka diberi Allah ta'ala nur atas sekira-kira amal mereka itu maka disuruh berjalan diatas titi shirathal mustaqim maka duduk nabi saw serta Jibrail dan segala malaikat melihat akan khalayak berjalan dan Malik Zabaniya duduk sama tengah titi. Maka berkata sekalian mereka itu orang berjalan seperti kilat dan setengah mereka itu berjalan seperti angin dan setengah mereka itu berjalan seperti kuda dan setengah berjalannya amat empat kaki dan setengah berjalan dengan perutnya atas sekira-kira amal mereka itu. Maka tatkala nabiullah melihat yang demikian itu berkata ia Ya Rabbi sallim-sallim dan segala kafir jatuhlah ia kepada neraka yang bawah seperti firman-Nya:

وان منكم الا واردهاكان على ربك حتما مقضيا

Kemudian maka masuk syurgalah segala mukmin yagn tiada durhaka. Maka berkata Malik Zabaniyah kepada mereka itu tilik olehmu kepada suami kamu maka keluar mereka itu dan sertanya pakaian yang indah-indah.

Adapun segala kanak-kanak itu apabila bertemu dengan ibu bapaknya maka diberi minum air keduanya dan barang yang tiada bertemu dengan ibu bapaknya hal keadaannya duduk menangis ia. Berkata kanak-kanak itu haram atsku syurga hingga dimasukkan Allah ta'ala ibu bapakku.

Adapun segala yang masuk syurga itu berjalannya mereka itu kepada manzila mereka itu hal keadaannya kesukaan dan adalah pertama-tama dimakan oleh orang isi syurga itu hati ikan nun.

وقال بعض العلماء الاول مايأكلون من الكبد الى آخره

Dan telah berkata setengah daripada mereka itu ulama maka bermula pertama-tama yang dimakan oleh orang syurga itu hati. Bermula yang pertama-tama yang dimakan oleh orang yang ahli akbar itu dijadikan Allah ta'ala emas rupa farshat maka makanlah mereka itu dan bersuara-suara daripada Allah ta'ala inilah balasan orang yang lalai didalam dunia padahal meninggalkan akan 'amal akhirat. Kemudian maka berseru-serulah Malik Zabaniyah kehadharat Allah ta'ala bahwasanya pangkat neraka yang diatas tiada ada isi dan yaitu apinya putih tiada ular dan tiada kala dalamnya. Maka berkata Allah ta'ala, hai Malik Zabaniyah bawa olehmu daripada umat Muhammad yang mengerjakan dosa besar kepada neeraka yang diatas itu. Maka dibawa dan terlalu kelam ia berjalan itu daripada asap api neraka maka berkata mereka kepada Malik Zabaniyah, apa sebab jalan ini terlalu kelam dan terlalu banyak duri maka berkata Zabaniyah keapdanya, inilah jalan kepada neraka maka lalu masuk mereka itu kedalam neraka maka berhentilah disana sekira-kira dosa mereka itu maka apabila dikehendaki Allah ta'ala akan keluar mereka itu daripada neraka maka berkata Malik Zabaniyah kepada mereka itu Hai yang sejahat-jahat kaum, engkau daripada umat siapa engkau maka sahut mereka itu kami sekalian daripada umat Qur'an dan lupa mereka akan menyebut umat Muhammad karena sebab huru-hara panas neraka maka berkata Malik Zabaniyah tiada diturunkan Quran itu kepada Nabi yang lain melainkan kepada Nabi Muhammad saw. Maka apabila mendengar mereka itu Malik menyebut Muhammad maka mereka pula barulah ia tahu akan Muhammad dengan demikian kena siksa mereka atas sekira-kira amalnya. Dan apabila berseru-seru mereka itu Hai api janganlah engkau makan muka kami karena bekas sujud bagi Allah ta'ala didalam dunia maka pabila memakan api akan mereka maka berkata Hai Malik orang celaka daripada umat Muhammad saw, dimana sekarang kalimah thaiyyibah yang kamu surat didalam dunia. Maka berkata segala mereka:

لااله الاالله محمد رسول الله

Maka terdengarlah suara itu kepada telinga Siti Fathimah anak Rasulullah saw. Berjalan Fathimah kepada Rasulullah maka ia mengata isa mendengar suara umatnya didalam nerakanya berkata Laa ilaaha illallah Muhammadurr Rasulullah. Kemudian berfirman Allah ta'ala kepada Jibrail as, pergilah engkau kepada Malik Zabaniyah katakan olehmu kepada Malik suruh buka pintu neraka jahannam maka engkau lihat apa-apa yang disiksa oleh api maka pergilah Jibril pada ketika itu jua maka sampailah Jibril kepada neraka maka berkata isi neraka setengahnya adakah kamu merasai angin yang baik maka berkata setengahnya na'am. Maka berkata dilihatnya ada seorang lalu hebat dan bercahaya maka berkata sekalian mereka itu siapa engkau ini maka berkata Jibrail akulah Jibrail shahabat Nabi kamu Muhammad saw dan berkata sekalian mereka itu ya Jibralil kami minta tolong tuan hamba persampaikan salam kami kepadanya adalah kami didalam dunia membaca shalawat akan dia dan kami minta syafa'at pada hari ini bahwa engkau sampaikan kepada Nabi kami Muhammad saw. engkau kata kepdanya bahwasanya engkau ya Muhammad:

تلذ ذت فى الجنة

Dan segala umatnya dalam neraka menanggung siksa tiada tertanggung oleh kami maka berjalanlah Jibril kepada Allah ta'ala maka sembah Jibralil ya Tuhanku engkau jua yang terlebih tahu akan kata hamba-Mu dalam neraka maka berkata Allah ta'ala hai Jibrail sampaikan olehmu salam mereka kepada Nabi Muhammad saw maka berjalanlah Jibrail dengan segeranya kepada Muhammad dan yaitu adalah nabi Muhammad duduk didalam kemah didalam lukluk yang putih dan baginya itu empat ribu pintu daripada emas dan daripada kanannya nabiullah Adam dan nabiullah nuh dan pada pihak kirinya nabiullah Musa dan nabiullah Ismail dan segala shahabatnya berkeliling mereka itu dan beberapa piala yang berisi makanan dihadapannya dan nabiullah Daud membaca zabur maka berseru-seru Jibrail Assalamu'alaikum ya Muhammad. Maka jawab Rasulullah 'alaikum salam ya Jibrail. Maka menagis ia maka dilihat nabiullah akan Jibrial itu menangis maka berkata Rasulullah kepadanya. Hai saudaraku jangan engkau menangis bukankah hari ini hari kedukaan karena hari bersuka-sukaan. Maka berkata Jibrail ya Muhammad bukan aku tangis atas diriku hanya sungguhnya adalah umat kamu suatu kaum didalam api neraka terlalu siksa mereka padahal mereka memberi salam akandikau. Katanya engaku bermain-main didalam syurga dan kami sekalian didalam api neraka. Maka Rasulullah pun menangis serta berkata sekali-kali tiada aku ketahui mereka dalam neraka lalu dihantarkan mahkotanya keatas kepalanya dan berserulah ia Ya Daud ya ma'asyiral anbiya berdirilah kamu sertaku menghadap Tuhan yang mulia maka berdirilah mereka maka datanglah kehadapan Rasulullah maka berkata Rasulullah tiada menaiki burak karena segalian umatku lagi tinggal didalam neraka berserulah Jibrail : Ya Ahlul Jannah: berdirilah kamu seru Muhammad saw maka berjalanlah mereka itu sertanya dan sujudlah Rasulullah kepada Allah ta'ala dengan satu sujud maka sekalian mereka itu sujud serta Rasulullah saw maka berbunyi suara di hadharat Allah ta'ala:

يا محمد ارفع رأسك

Minta olehmu kepada-Ku niscaya aku beri dan memberi syafa'at lah akan ummatmu maka diangkat dasulullah saw kepadanya daripada sujud maka memuji Allah swt serat kata Rasulullah:

يا الهى ياسيدي يامولاي

Bahwasanya adalah satu firqah daripada umatku kena siksa dalam neraka pada hal aku tiada tahu akan mereka maka berkata Allah ta'ala kepada Jibrail berjalanlah engkau serta Muhammad saw kepada Malik dan katakan olehmu baginya keluarkan segala ahli tauhid didalam neraka, maka datanglah Rasulullah kepada Malik berkata ia Hai Malik tiadakah engkau malu kepada aku menyiksa umatku didalam neraka. Maka sembah Malik serta malunya aku disuruh Tuhanku dengan demikian maka menyuruh Nabiullah akan Malik mengeluarkan umatku maka berkata ia duduklah engkau pada tempatmu maka bahwasanya engkau tiada kuasa melihat karena mereka itu dalam neraka.

Maka berkata Nabi saw takdapat tiada bahwa aku melihat dia apa yang diperbuat oleh api akan mereka itu maka memanjangkan sayap Jibrail maka masuklah Nabiullah kedalamnya. Apabila sampai Nabi kedalam neraka maka berkata neraka baginya: Ya Muhammad, sesungguhnya padamulah kami dengan cahaya muka sungguhnya haramlah kami atasmu dan tiada sabar aku atas hitam maka berseru-serulah nabiullah saw:

يا أمتى-أمتى

Maka datanglah sekalian mereka itu dan menangis maka menangis pula Nabiullah serta mereka itu maka berkata nabiullah aku tiada tahu akan sekalian kamu didalam neraka kemudian maka menilik Nabiullah saw serta mereka itu kepada tepi neraka tiba-tiba dilihatnya beberapa kanak-kanak tepi neraka sekalian mereka menangis. Dan pada tangannya suatu kendi berair sungai kautsar maka menangis nabi pula sertanya maka berkata Ia ya Rasulullah saw engkau tinggalkan ibu bapak kami didalam neraka kena siksa akan dia maka bersabda Rasulullah saw keluarlah kamu sekalian daripada api neraka.

Barangsiapa ada imannya kepada Allah ta'ala dan kepada Rasulnya daripada umat Muhammad saw maka kedengaran suara itu kepada kafir maka berkata mereka kafir, ya Malik kamipun keluar jjua daripada neraka maka berkata Malik, Hai yang celaka yang dikeluarkan itu umat Muhammad saw, bahwasanya ia memberi syafaat kepadanya maka berkata-kata kafir mudah-mudahan kami umat Muhammad saw seperti firman-Nya:

رنما يود الذين كفرو الوكا نوا مسلمين

Maka apabila keluarlah mereka itu kepada anaknya maka berkata ia Hai anakku berilah olehmu air akan daku maka berkata kanak-kanak bukan bapak kami maka berkata kedua ibu bapak bahwasanya kami ibu bapak kamu bahwasanya adalah mukaku ini berubah sebab dimakan oleh api neraka maka diberinya air kepadanya maka hilanglah dahaga segala mereka yang beranak maka berseru-serulah daripada Allah ta'ala ya Jibrail suruh mereka itu menyelam pada bahrul hayat maka menyelamlah sekalian mereka itu dalamnya maka apabila keluarlah ia daripadanya terlalu baik seperti dupa nabi yusuf dan panjang tubuhnya seperti nabi Adam dan tangannya seperti nabiullah Isa dan suaranya seperti nabi Daud dan kejadiannya seperti nabi Muhammad saw, tetapi tetap tersurat pada dahinya inilah yang dimerdekakan Tuhannya daripada api neraka.

Dan apabila hampirlah mereka itu kepada syurga maka berkata segala isi syurga berdirilah kita sekalian itu bertemu dengan orang keluar daripada neraka itu maka dilihat surat pada dahinya:

عنقاء من النار

Dan apabila dilihat oleh isi syurga suratnya itu maka malulah mereka itu lalu datang sembah kepada Rasulullah : Ya Nabiullah bahwasanya kami sekalian terlalu malu kepada orang isi syurga itu karena adalah kami ini tersurat pada dahi kami:

عنقاء من النار

Engkau pintakan kepada Allah ta'ala menghilangkan surat pada dahi kami berbunyilah suara daripada Allah ta'ala : Hai Jibrail katakan olehmu kepada Muhammad dan kepada sekalian umatnya suruh kemari kepada aku maka pergilah mereka kehadapan Allah ta'ala maka disuruh Allah ta'ala kepada Jibrail melunturkan sebiji telur maka keluarlah daripadanya yang putih maka dinaungi oleh awan itu tiadalah kelihatan mereka itu.

Kemudian maka diturunkan atas mereka itu bidadari dan pada tangan mereka itu tiap-tiap seorang satu kendi berisi air dan membawa pakaian daripada sundusin dan istibraq dan dipakaikan kepada mereka itu kemudian maka disapukan Jibrail dengan dua sayapnya kepada muka mereka itu maka dilihat oleh segala isi syurga tiada lagi ada suratnya itu pada dahinya maka kembalila seala isi syurga kepada tempatnya dengan sukanya maka dibawa oleh Jibrail segala meraka itu kedalam syurga masing-masing dengan tempatnya maka berkata Allah ta'ala baginya:

رضيتم عنه

Maka menyahut mereka itu ridhaluhum, seperti firman-Nya:

رضى الله عنهم ورضوا عنه

Bermula sekurang-kurang diberi Allah swt bagi tiap-tiap seorang daripada isi syurga itu seperti luas dunia ini, ya Tuhanku jadikanlah kami daripada orang isi syurga dengan rahmat-Mu. Bermula tiadalah kami panjangkan karena mengambil sempenanya.